Mranggen, 19 Agustus 2026 — SMP Negeri 3 Mranggen bekerja sama dengan Puskesmas Mranggen III melaksanakan kegiatan skrining kesehatan anak usia sekolah sebagai bagian dari upaya mendukung program kesehatan pemerintah melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pembudayaan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, tersebut menyasar peserta didik, khususnya siswi SMP/MTs, sebagai bagian dari upaya menuju terwujudnya sekolah sehat. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mendorong peserta didik untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah.
Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2026 memang memperkuat pelaksanaan CKG di sekolah dengan menekankan upaya preventif, deteksi dini, edukasi kesehatan, serta tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan. CKG sekolah diarahkan untuk membangun kesadaran dan budaya hidup sehat sejak usia dini. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
Kegiatan di SMP Negeri 3 Mranggen diawali dengan Senam Kebiasaan Indonesia Hebat. Aktivitas fisik bersama ini menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan bergerak dan menjaga kebugaran tubuh peserta didik. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh semangat, menunjukkan antusiasme warga sekolah dalam mendukung gerakan hidup sehat.
Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi kesehatan dari tim Puskesmas Mranggen III. Peserta didik mendapatkan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bergizi dan sehat. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi secara langsung kepada peserta didik bahwa pemenuhan gizi seimbang merupakan bagian penting dalam menunjang pertumbuhan, kebugaran, konsentrasi belajar, dan kesehatan secara keseluruhan.
Khusus bagi siswi, kegiatan juga mencakup pemberian dan minum Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai bagian dari upaya mendukung pencegahan anemia pada remaja putri. Pembiasaan konsumsi TTD diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kecukupan zat besi.
Rangkaian terakhir berupa pemeriksaan kesehatan, di antaranya pemeriksaan gula darah dan hemoglobin (Hb). Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari skrining untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta didik secara lebih dini. Hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dan tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Program CKG Kemenkes pada 2026 memang semakin menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan tidak berhenti pada tahap skrining. Hasil pemeriksaan perlu ditindaklanjuti melalui edukasi, pemantauan, penanganan, atau rujukan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
Melalui kolaborasi antara SMP Negeri 3 Mranggen dan Puskesmas Mranggen III, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sekolah yang sehat. Sekolah tidak hanya menjadi tempat peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi lingkungan yang mendukung tumbuh kembang, kebugaran, kesehatan, dan pembentukan kebiasaan hidup sehat.
Kegiatan skrining kesehatan pada 19 Agustus 2026 ini sekaligus memperkuat komitmen SMP Negeri 3 Mranggen untuk mewujudkan sekolah sehat dengan peserta didik yang sehat, aktif, bergizi, dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Sehat dimulai dari kebiasaan. Sehat hari ini, untuk generasi hebat di masa depan.

Beri Komentar